Innaalillaahi wainnaa ilaihi rooji’uun, kali ini kabar duka menyelimuti hati para muslim bahkan non muslim. Ulama terkemuka juga mantan orang nomor satu di Indonesia kini hanya tinggal sosok seorang genius yang bisa dikenang. KH. Abdurrahman Wahid wafat meninggalkan seorang istri dan empat putri. Tepat 30 Desember 2009 jam 18.45 rabu lalu Beliau menghembuskan nafas terakhir di penghujung tahun 2009. Gus Dur panggilan yang kerap kali menjadi ciri khas setiap simpatisan dari semua golongan. Karismatik kepemimpinan Beliau diturunkan oleh kakeknya Hasyim Al Ashari pendiri pondok pesantren Tebu Ireng Jombang sekaligus pelopor berdirinya Nahdlatul Ulama (NU). Gus Dur diakui oleh dunia karena mampu memberi warna baru dalam dunia politik pada masa kejayaannya. Da’i pesantren tersohor ini memiliki kecerdasan luar biasa yang tak bisa dijangkau oleh sebagian akal pikiran manusia. Keinginannya hingga perkataannya pun terkadang nyeleneh namun di dalamnya terkandung maksud tersendiri.
Demi mengenang ulama besar yang mampu menjadi uswah bagi kalangan umat. Kemarin 31 desember 2009, Attanwir mengadakan sholat ghaib terkhusus untuk ulama yang lebih dulu meninggalkan yang lebih muda. Bertempat di area lapangan kegiatan tersebut berlangsung khusyu’ dipimpin oleh Ust. Hammim Sanadi. Di ikuti kurang lebih 200 siswa Aliyah putra serta guru pembimbing pun berjejer pada shaf depan. Acara tersebut pula diselaraskan dengan dzikir bersama yang mencakup seluruh siswa Aliyah.
”Semoga dengan kegiatan ini anak muda bisa mencontoh pribadi baik beliau, dan mampu membedakan matinya seorang artis dengan wafatnya seorang ulama,” jelas Rosyid saat dimintai keterangan. Hal tersebut tak luput dari tujuan diadakannya acara, ”Ya... saya harap Anak- anak mampu mencontoh ulama besar yang berjasa pada saat rezim kepemimpinannya serta sosok religius yang mampu menghadapi masalah dengan solusi terbaik,” tutur Ust. Bashiron selaku Ka. Bag. Kesiswaan.
Setelah acara yang dipimpin oleh Ust. Hammim Sanadi pada penghujung acara, Beliau bercerita banyak tentang Gus Dur dimata para kalangan masyarakat. Dari penjelasan yang Beliau katakan ada hal penting yang bisa diambil ibroh, “Gus Dur itu buta kepala tapi tak buta hatinya, Beliau orang yang merakyat pada masa kepemimpinannya. Ya...saya harap Anak- anak mampu megambil suri tauladan dari kehidupan Gus Dur, tak perlu disesali karena kenyataan ini telah di Nass dalam hadist yakni Allah tidak akan mengambil ilmu seseorang kecuali dengan mengambil salah satu ulama atau pembesar agama,” jelasnya.(w3b)