Home Bahasa Indonesia English
Warta
Opini
Ibrah
Kajian Kitab
Puisi
Cerpen
Humor
Galeri
Link
Buku Tamu

Search
Apakah alumni periode anda mengadakan Reuni dan Istihlal tahun ini?
Ya
Tidak
Tidak tahu
Arsip Polling
Cerpen
 
Ce ie En Te A, Apakah itu? …
Kamis, 31 Desember 2009 12:48:38


    Embun basah pagi ini menghasilkan hawa dingin yang menggigil. Lengkupan sayap burung melindungi Anak- anaknya disetiap sarang yang berada diatas pohon. Ranting beringin bergelantungan bergerak dengan sendirinya mengikuti arah angin. Suasana itu tak sekali pun menyurutkan niat Anak- anak kecil untuk bergelut dengan ilmu. Salah satunya Erick dengan tubuh gendutnya tampak terlihat lucu ketika mengenakkan seragam sekolah. Tak begitu pintar dengan pelajaran menghitung. Hampir beberapa kali Ia harus mengerjakan remidi dari guru matematikanya. Namun rasa ingin taunya besar akan sebuah kata asing yang membuatnya penasaran.

                         
LEMBARAN KELABU
Jumat, 04 Desember 2009 21:22:05

Oleh     : Khomsatun

LEMBARAN KELABU

Nisan yang tertancap kuat di tanah peristirahatan, membaringkan tiap ruh cita dan cinta, mencabut nyawa kebahagiaan dan tawa, membawa tiap jengkal hati ke Muara kepedihanNisan yang terukir dari darah  dan hati yang hancur, mengucurkan nira-nira kecut dari mata suci, menghapus tiap harap dan do’a

Nisan yang tertanda tentang tubuh yang di tinggalkan nyawanya, membawa kembali kehadirat-Nya.

‘’ Ya Allah… Kenapa engkau mengambilnya ? Kenapa Ya Allah? Kenapa? Aku selalu tunduk  atas perintah-Mu, Aku tak pernah mendustai Iman dan ajaran-Mu, tapi kenapa Ya Allah ? Kenapa  Engkau mengambil-Nya?
                         
BAYANGAN PINK
Kamis, 26 November 2009 09:19:04

Malam ini merupakan kejayaan bagi setiap insan yang memulai kebahagiaan diatas naungan cinta. Irama syahdu dengan lafadz mengoyak hati membentuk narasi- narasi yang indah. Mungkin tak ada malam- malam sempurna kecuali saat ini. Hembusan angin yang menembus fentilasi ruangan menjadi bukti permainan cinta abadi dimulai. Inilah yang dirasakan kakak tertua Ariel yakni Aisyah. Malam pertama disambut dengan cumbu rayu yang mesra. Remajanya kini telah direnggut dengan sebuah ketentraman dan penguat ikatan. Harapan Ariel mereka seperti tauladan Rasulullah yang lebih berpengalaman sebagai suri tauladan.

Kini Ariel termenung dalam kesunyian malam ditemani headset dengan alunan nasyid- nasyid merdu disetiap bait yang terkandung. Ini adalah liburan pertamanya dari pondok Gontor Darussalam, terpaksa ia pulang karna kakak tertuanya melaksanakan pernikahan. Sebelumnya pun ia tak pernah pulang.

                         
Kasih Sayang yang Tertunda
Sabtu, 03 Mai 2008 21:49:10

Oleh: Farika Isti`ana

Belum lama ini aku terbebas dari Neraka Ibu tiriku, sengaja aku katakan Neraka, karena aku mengikuti sebutan para tetangga kanan kiri yang setiap hari selalu menaruh simpati denganku. Ungkapan itu kerap aku terima dari mereka, tetanggaku. Mereka merasa kasihan bila melihat aku membersihkan taman depan Rumah.

 “ Din….udahan bersih-bersihnya, kasihan kaki kamu “kata salah satu tetangga waktu itu.

Wajar bila mereka berkata demikian, karena melihat kakiku yang kecil sebelah. Kata nenek polio namanya. Ibu tiriku kerap menyakitiku bahkan terlalu menyakitkan, setiap aku mengerjakan pekerjaan rumah, meskipun aku tidak melakukan kesalahan, ia tak jarang memukuliku dengan gagang sapu yang terbuat dari besi. Semua itu ku terima dengan ikhlas, dan aku menganggap hidup adalah perjuangan. Entah sampai kapan aku mendapatkan perlakuan ini.

                         
Page  1
 
Info Pendaftaran
Profil Tokoh
Live Chat
kays

gito

websiteattanwir@yahoo.id

« September 2010 »
Ahd Snn Sls Rab Kms Jmt Sbt
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
© Copyright 2008 Pondok Pesantren Attanwir. All Right Reserved
Powered by
BWI-Solution Best viewed with IE 7