|
|
|
| Ibrah |
| |
AURA AS SHIDIQ ABU BAKAR ra
Kamis, 26 November 2009 08:53:03
|
Oleh : Nurush Shooimatil M.
AURA AS SHIDIQ ABU BAKAR ra
Tersebutlah dalam Al Qur’an surat At taubah: 40
” Dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam goa, diwaktu dia berkata kepada temannya ” janganlah kamu duka cita,sesungguhnya Allah beserta kita ”.
Ayat diatas merupakan sekelumit bukti bahwa sahabat Nabi yakni Abu bakar ra, merupakan salah seorang yang dekat dengan Nabi. Beliau adalah orang kedua setelah siti khodijah,istri Nabi yang mengakui kenabian dan kerasulan Nabi SAW. Disaat Nabi menyampaikan tugas kenabian tdk ada seorangpun yang percaya dengan apa yang disampaikan oleh Nabi. Pernah suatu ketika Nabi berkhutbah di depan kaum kafir Quraisy , tapi tak ada seorangpun yang mendengarkan ajaran beliau, di tambah dengan hinaan, caci dan makian dari mereka, terlebih dari paman beliau, Abu lahab . Hingga Allah menurunkan wahyu kepada Nabi SAW berupa surat Al lahab. Dan disaat itu pula hanya beliau lah yang percaya dan membenarkan ajaran Nabi, dari sebab itulah beliau mendapat julukan dari Nabi yakni ” As shidiq ”, yang berarti orang yang membenarkan. |
|
Taubat Sejati Seorang Pemuda
Ahad, 16 November 2008 23:06:39
|
Imam Malik bin Dinar mengajari kita dalam bagian ini tentang seorang pemuda kecil di waktu haji, dengan bertutur,
"Ketika kami mengerjakan ibadah haji, kami mengucapkan talbiyah dan berdoa kepada Allah, tiba-tiba aku melihat pemuda yang masih sangat muda usianya memakai pakaian ihram menyendiri di tempat penyendiriannya tidak mengucapkan talbiyah dan tidak berdzikir mengingat Allah seperti orang-orang lainnya. Aku mendatanginya dan bertanya, 'mengapa dia tidak mengucapkan talbiyah ?'"
Dia menjawab, "Apakah talbiyah mencukupi bagiku, sedangkan aku sudah berbuat dosa dengan terang-terangan. Demi Allah! Aku khawatir bila aku mengatakan labbaik maka malaikat menjawab kepadaku, 'tiada labbaik dan tiada kebahagiaan bagimu'. Lalu aku pulang dengan membawa dosa besar." |
|
Kisah Keislaman Saad bin Abi Waqqash
Ahad, 16 November 2008 23:00:43
|
Di zaman Rasulullah tersebutlah seorang pemuda berusia tujuh belas tahun yang bernama Saad bin Abi Waqqash. Suatu hari pemuda itu berkata, "Pada suatu malam, di tahun ini, saya bermimpi seolah-olah tenggelam di dalam kegelapan yang bertumpuk-tumpuk. Ketika saya terbenam di dalam kegelapan itu, tiba-tiba ada cahaya bulan yang menerangiku. Saya kemudian mengikuti arah cahaya itu dan saya dapati di sana ada sekelompok manusia, di antara mereka terdapat Zaid bin Haritsash, Ali bin Abi Thalib, dan Abu Bakar Ash-Shidiq. Saya bertanya, "Sejak kapan kalian ada di sini?" Mereka menjawab, "Satu jam."
Manakala siang telah muncul, saya mendengar suara dakwah Muhammad saw. kepada Islam. Saya meyakini bahwa saya sekarang berada di dalam kegelapan dan dakwah Muhammad saw. adalah cahaya itu. Maka, saya pun mendatangi Muhammad dan aku dapati orang-orang yang kujumpai dalam mimpi, ada di samping beliau. Maka, aku pun masuk Islam.
|
|
Jadi Sahabat Nabi Apa Sahabat Syetan
Senin, 27 Oktober 2008 21:53:12
|
Oleh: Ali Musthofa Hammam
Bulan Syawwal, adalah salah satu bulan yang baik untuk menikah. Maka seperti pada tahun-tahun terdahulu, dimana-mana akan kita temui keluarga yang mengadakan pesta pelaminan (walimatul ‘ursy). Tak ayal, hanya dalam waktu sebulan di bulan ini, kita biasa mendapatkan undangan jumlahnya bisa sepuluh hingga dua puluhan.
Demikian pula, di bulan ini banyak orang yang tengah mempersiapkan keberangkatannya ke Tanah Suci Mekah untuk melaksanakan ibadah haji. Sehingga di sana-sini juga ada tasyakuran (selamatan) menjelang berangkat. Dimana yang hendak berangkat menyampaikan pamit dan memohon bantuan doa, agar diberi kemudahan oleh Allah SWT selama di tanah suci. |
|
Saksi bagi Jenazah
Jumat, 18 Juli 2008 16:58:46
|
Oleh: Ali Musthofa Hammam
Beberapa hari yang lalu, seorang mantan kepala desa meninggal dunia. Keluarga, kerabat dan tetangga berkumpul melayat ke rumah sang mantan kades tersebut. Kursi tampak diatur berderet memenuhi halaman rumah yang cukup luas. Tampak para kolega sang mantan lurah yang pernah lima tahun menjabat ini juga berdatangan. Demikian juga kolega sang istri yang beberapa bulan lalu terpilih menjadi kepala desa setempat menggantikan suaminya, almarhum, juga banyak berdatangan Terlihat ada camat, kapolsek, tokoh agama berbaur dengan para pelayat lain. |
|
Cak Man dan Cak Yas
Ahad, 06 Juli 2008 12:23:09
|
Oleh: Ali Musthofa Hammam
Kalau kita ke Malang dan kita bertanya mana bakso yang enak, pasti kebanyakan orang akan menunjuk Bakso Kota Cak Man. Belum lengkap rasanya bila ke Malang tidak mampir mencicipi Bakso Kota Cak Man. Satu porsi 12 ribu rupiah, dengan 12 jenis isi dalam satu mangkok. Ada bakso (pentol), mi, tahu, hati, telur dan lain-lain. Tata ruang stand yang khas layaknya rumah makan kelas menengah, dengan beberapa karyawan wanita berjilbab seragam, beberapa mobil pelanggan terparkir didepan, akan kita jumpai bila masuk ke stand bakso ini.
Benar, Bakso Kota Cak Man memang terus dikembangkan oleh Cak Man. Tak heran saat ini di Malang saja sudah ada sekitar lima cabang, belum lagi di beberapa kota besar termasuk Jakarta. |
|
Jadi Tauladan dalam Hal yang Sepele
Ahad, 06 Juli 2008 12:20:51
|
Oleh: Ali Musthofa Hammam.
Beberapa waktu yang lalu, saya melihat salah seorang pimpinan sebuah lembaga pendidikan menelpon seseorang. Saat menerima ia tidak salam demikian juga saat mengakhiri juga tanpa salam, langsung ditutup.
Mengawali dan mengakhiri pembicaraan ditelpon dengan salam memang kelihatan sepele, namun sangat penting bagi kita yang berprofesi sebagai pendidik. Seringkali kita mengabaikan sesuatu yang kelihatan sepele padahal sangat besar pengaruhnya. Bukankah segala sesuatu itu berawal dari hal yang sepele. Bukankah dari hal-hal yang sepele itu, kita akan dicontoh oleh orang-orang disekitar kita. |
|
Berprasagka Positif Kepada Allah
Jumat, 25 Januari 2008 10:06:49
|
Oleh: Ali Musthofa Hammam
Ada tiga jenis nikmat yang diberikan Allah swt. kepada kita, pertama nikmat yang diberikan dengan cuma-cuma secara umum, seperti udara yang kita hirup sehari-hari, panca indera, dan lain sebagainya, kedua, nikmat yang ditentukan kepada masing-masing manusia, seperti ASI bagi bayi, hidup, mati dan sebaginya, ketiga, nikmat yang harus diraih dengan perjuangan, seperti lulus ujian, kemerdekaan pada sebuah negara, harta kekayaan dan sebagainya.
Nikmat yang pertama dan kedua, adalah mutlaq wilayah (takdir) Allah swt, kita sebagai manusia tidak bisa ikut campur, kita diberi kesempatan terlibat hanya sebatas berdoa memohon kepadaNya. Misalnya, kita berdoa ingin diberikan umur panjang, ingin mati dalam keadaan khusnul khotimah, ingin mempunyai anak yang soleh dan sebagainya. |
|
Warnai Hidup dengan Mimpi
Jumat, 25 Januari 2008 10:00:16
|
Oleh: Ali Musthofa Hammam
Saat itu, disebuah lembaga zakat nasional di Jakarta yang bernama Dompet Dhuafa atau sering kita sebut dengan ‘DD’ kami berlima mengadakan studi banding. Saya, dan empat rekan yang lain, saat itu mewakili sebuah lembaga zakat yang sedang tumbuh di Malang, untuk belajar tentang program-program yang ada di DD selama lima hari.
Dalam beberapa kesempatan, saya melihat bagaimana semangatnya teman-teman di DD dalam menjalani aktifitas di kantor mereka. Banayak diantara mereka yang menenteng laptop, demikian pula mereka menjelaskan program dengan bantuan laptop, sedang kami waktu itu, belum ada satupun yang memiliki laptop, kecuali hanya satu orang yaitu direktur kami, Mas Deddy, yang mengirim kami untuk studi banding. |
|
Stop Merokok Sekarang!
Rabu, 16 Januari 2008 02:29:01
|
Merokok bukan gaya hidup modern dan bukan ukuran kedewasaan
Merokok tidak membuat kita sehat dan tidak membuat kita hemat
|
|
|
Page
1
|
|
|
 |
|
 |
 |
| Profil Tokoh |
| |
|
|
 |
| Live Chat |
|
kays
|
gito
|
websiteattanwir@yahoo.id
|
|
|
 |
| « |
September 2010 |
» |
| Ahd |
Snn |
Sls |
Rab |
Kms |
Jmt |
Sbt |
| | | | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | | |
|
|