SENJATA ORANG MUKMIN
Rabu, 13 Januari 2010 20:01:29
|
Oleh : K.H.M.Sholeh (Alm )
Dalam kitab Risalatu Syafiyah
SENJATA ORANG MUKMIN
Do’a adalah senjata orang mukmin.
Do’a merupakan salah satu perintah Allah
Allah berfirman :
ادعونى استجب لكم
Artinya, ” Berdo’alah engkau kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan”.
Allah tidak peduli dengan kamu kecuali jika ada do’a darimu. Dalam hadist juga diterangkan
الدعاً سلا ح المؤمن من لم يساً ل الله يغضب عليه
Artinya: ”Do’a itu senjatanya orang mukmin, dan barang siapa yang tidak mau berdo’a, maka Allah tidak akan senang dengannya”.
Orang yang berdo’a berarti ia telah sadar bahwa ia membuthkan Allah. Dalam hadist diterangkan,
الدعاً يرد القضاً لايرد القضاٍالا الدعاٍ
Artinya: ” Do’a itu menolak qodlo’nya Allah, tidak ada yang bisa menolak ketetapan Allah kecuali do’a”.
Ketetapan Allah pasti akan kita lakukan akan tetapi ketetapan itu akan bisa di cegah dengan do’a. Seperti adanya hujan akan bisa di cegah dengan menggunakan payung. Allah tidak suka dengan orang-orang yang tidak mau berdo’a. Karena sebagian keterangan menerangkan bahwa tidak mau berdo’a berarti orang itu tidak mau mengangkat kedua tangannya untuk meminta kepada Allah.
Tata cara berdo’a :
Sebelum berdo’a harus melakukan perbuatan yang baik, seperti shodaqoh, sholat, puasa dan sebagainya
Di awali dengan bacaan-bacaan yang bersifat memuji kepada Allah dan membaca sholawat atas Nabi Muhammad saw.kemudian berdo’a sesuai dengan apa yang ia kehendaki serta di tutup dengan pujian dan sholawat
Hatinya khusyu’ merendahkan diri kepada Allah, dan hatinya ingat bahwa ia sedang meminta kepada Allah pencipta alam semesta
Jangan melakukan maksiat setelah berdo’a
Berdo’a diniati hanya untuk mencari ridho Allah
Semua makanan yang di makan harus jelas dan halal
Menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangannya dan menghadapkannya ke langit serta menghadapkan wajah ke bumi
Menggunakan ucapan tang lembut dan sopan, Firman Allah, |
|
Kajian kitab malam hari
Rabu, 13 Januari 2010 20:00:14
|
Oleh : Ust. Abu Hasan Syadili
Kajian kitab malam hari
Betapa bahagianya 3 orang ini, yaitu orang yang akan di tanggung oleh Allah :
1. Orang yang suka ke masjid untuk beribadah mencari ridho Allah.
Zaman sekarang banyak sekali orang islam yang melakukan ibadah, tapi mereka jarang beribadah di masjid. Mereka hanya membangun, memperbaiki, dan memperindah masjid saja, tapi tidak mau untuk memanfaatkannya.Di desa-desa, hingga di pelosok-pelosokpun telah di bangun masjid dengan megah.Tapi mereka salah dalam menggunakannya. Mereka tidak menggunakannya untuk beribadah akan tetapi tambah di gunakan sebagai tempat rekreasi. Padahal orang yang pergi masjid untuk melakukan ibadah akan di tanggung oleh Allah.
2. Orang yang membela agama Allah.
Pada zaman dahulu atau masa Rosulullah, orang-orang membela agama Allah dengan cara perang, akan tetapi sekarang dengan menggunakan akal pikiran mereka. Orang non islam mempengaruhi orang islam dengan berbagai cara. Salah satunya dengan pakaian, pakaian pada zaman dahulu hanyalah sederhana, yang penting memenuhi syarat – syarat pakaian yang baik menurut agama islam.Tapi sekarang di hiasi dengan berbagai macam bentuk yang indah dan kemungkinan bisa mengundang syahwat.
|
|
HADIAH UNTUK SESAMA
Rabu, 13 Januari 2010 19:58:34
|
Oleh : K.H. M. Sholeh (Alm )
Dalam kitab Risalatus Safiyah
HADIAH UNTUK SESAMA
Amal kebaikan yang ditujukan untuk orang lain bisa membuahkan manfaat untuknya, orang itu telah meninggal maupun masih hidup. Beberapa dalilnya.
Istighfarnya orang mukmin kepada mukmin lain. Diterangkan dalam Al quran:
ربنا اغفر لنا و لاٍخوا ننا الذين سيقون باالاٍيمان
Artinya : ”Ya Tuhanku semoga Engkau mengampuni dosaku dan dosa saudara-saudaraku yang telah beriman sebelum aku”.
2. Istighfarnya Malaikat kepada mukmin,Firman Allah SWT:
ويستغفرون للذين امنوا
Artinya: ”Dan para malaikat memintakan ampunan kepada orang-orang mukmin”. |
|
MEMINJAM DENGAN JALAN RIBA BOLEH ?
Rabu, 13 Januari 2010 16:52:24
|
oleh : Abdullah
Perdagangan merupakan suatu bentuk pengembangan harta, yang resmi menurut islam sebagaimana firman Allah “Hai Orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memekan harta sesama kalian dengan jalan yang bahtil. Kecuali dengan perniagaan yang berlaku, suka sama suka diantara kalian” (An- Nisa’; 29). Pelaku bisnis merupakan salah satu orangyang mendapat sanjungan dari islam sebagimana dikatakan dalam sebuah ayat; Dan Orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah (Al- Muzamil; 20), sebaliknya, pengembangan harta melalui riba adalah haram, sedikit maupun banyak, sebagaimana firman Allah: “Hai Orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkanlah riba jika kalian Orang-orang yang beriman” (Al- Baqaroh; 278). Rosullah menjelaskan behaya yang dapat timbul dari riba, sebagaimana sabda beliau; “ ketika riba dan zina merajalela di suatu desa berarti mereka telah menghalalkan siksa mereka untuk diri meraka”. |
|
Risalatus Safiyah
Senin, 04 Januari 2010 13:46:18
|
Oleh : (Alm) KH. M. Sholeh
Bagaimana hukum membaca do’a qunut dalam sholat subuh?
Membaca qunut ketika sholat subuh hukumnya sunah, yaitu sunah ab’ad yang mana bila ditinggalkan harus diganti dengan sujud sahwi.
Dalam kitab Minhajuth Tholibiin juz 1 halaman 157 menerangkan yang artinya ,” Membaca qunut itu disunatkan dalam i’tidalnya ruku’yang kedua dalam rakaat sholat subuh”,adapun bacaannya |
|
Risaalatut Tadhkiroh
Senin, 04 Januari 2010 13:44:56
|
Oleh : (Alm) KH. M. Sholeh
Lima (5) wasiat Nabi Adam kepada putranya dan cucu-cucunya yaitu kita semua.
Jika kamu menyukai sesuatu apa yang ada di dunia ini, maka jangan merasa tenang ,aman , tentram, sudah merasa tidak ada apa-apa yang akan datang sehingga tidak berjaga-jaga kalau akan ada masalah, tapi tetaplah untuk berjaga-jaga. Karena ketika saya di surga, saya merasa aman, tentram, ternyata ada cobaan sehingga saya dikeluarkan dari surga. |
|
Risaalatut Tadhkiroh
Senin, 04 Januari 2010 13:43:03
|
Oleh : (Alm) KH. M . Sholeh
Risaalatut Tadhkiroh
Beberapa cara syaitan membujuk manusia.
Allah berfirman dalam Al qur’an :
انّ الشّيطا ن لكم عدوّ فا التخدوه عدوّا
Artinya:
“ Sesungguhnya syaitan itu adalah musuhmu maka jadikanlah mereka sebagai musuh”.
Ketika manusia telah ikhlas menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya berarti mereka telah berhasil menjadikan syaitan sebagai musuhnya. Adapun tipu daya syaitan dalam membujuk manusia antara lain seperti yang diterangkan oleh Imam Ghozali dalam kitab Minhaajul ‘Aabidiin yaitu :
Pada permulaan, syaitan dengan sekuat tenaga menutupi hati manusia, supaya tidak mempunyai keinginan untuk melakukan ibadah.
Jika manusia telah mempunyai keinginan untuk melakukan ibadah, maka syaitan berusaha lagi agar tidak dilakukan sekarang akan tetapi besuk harinya lagi, dengan alasan sekarang masih muda,maka masih ada banyak waktu.
 |
|
Tiga hal yang harus di hati – hati
Rabu, 16 Desember 2009 14:41:20
|
Oleh : Ust. Hasan Sadzily
(Kajian kitab sore hari)
- Nikah ( النكاح)
Nikah merupakan sunah Nabi SAW, dalam hal ini kita tidak boleh main – main dalam menentukan pasangan.Karena walaupun kita tidak punya niat sedikitpun untuk melamarnya misalkan,akan tetapi kita bercanda untuk melamarnya, maka orang tersebut tetap menjadi pasangan kita.Contoh, ada seorang lelaki yang bernama Budi, dan seorang wanita yang bernama Rini. Budi tidak mencintai Rini,akan tetapi Budi bercanda kalau akan menikahi Rini,maka ia berkata kepada orang tua Rini ,”Pak bagaimana kalau Rini saya nikahi saja kan Rini anaknya baik dan berbudi tinggi ”,”Ya silahkan gak pa pa ”,jawab bapak Rini,maka bagaimanapun juga gadis tersebut menjadi istri Budi, karena bapaknya telah setuju.
|
|
Tiga do’a mustajab
Rabu, 16 Desember 2009 14:36:26
|
Oleh : Ust. Hasan Sadzily
(Kajian kitab sore hari)
Tiga do’a mustajab
- Do’anya orang yang berpuasa
Orang muslim yang berpuasa do’anya pasti akan diterima dan dikabulkan oleh Allah, dari ia memulai puasanya yakni terbit fajar sampai waktu berbuka tiba. Dan yang paling utama ketika akan berbuka puasa, maka dari itu berdo’alah sebanyak-banyaknya.
|
|
Mengakhiri hidup dengan jalan pintas, bagaimana hukumnya? Apakah kita wajib mensholatinya?
Rabu, 16 Desember 2009 14:28:33
|
Oleh : (Alm) KH. M. Sholeh
Risalatus Safiyah
Mengakhiri hidup dengan jalan pintas, bagaimana hukumnya? Apakah kita wajib mensholatinya?
Di sebutkan dalam kitab Subulussalam juz 2 hal 99 sebagaimana keterangannya adalah dalam pertanyaan itu para ‘Ulama’ berbeda pendapatnya ada yang tidak menyolatinya dan ada yang mewajibkan untuk menyolatinya.
|
|
|
Page
1
2
|