Home Bahasa Indonesia English
Warta
Opini
Ibrah
Kajian Kitab
Puisi
Cerpen
Humor
Galeri
Link
Buku Tamu

Search
Apakah alumni periode anda mengadakan Reuni dan Istihlal tahun ini?
Ya
Tidak
Tidak tahu
Arsip Polling
Opini
 
ARTI SEBUAH PERSATUAN & KEKOMPAKAN DALAM BERORGANISASI
Ahad, 29 November 2009 22:36:57

Oleh     : Luthatun Nisa’

              (Roisah PPM 2009 – 2010)

Bagaimana pendapat seorang pemimpin terhadap organisasi ? ...

            Pastilah orang dalam menanggapi atau memberikan opini berbeda- beda apa lagi tentang masalah organisasi, hal itu identik sekali dengan para pelajar yang kehidupan sehari- harinya dikelilingi oleh sebuah pergaulan. Dan pergaulan yang paling bermanfaat adalah dengan mengikuti organisasi, selain mendapat ilmu pasti juga akan mendapat teman banyak.

            Kalau bicara masalah organisasi, persatuan atau kekompakan itu semua sangat berkaitan sekali. Kalau sebuah organisasi tanpa ada persatuan dan kekompakan pastinya akan hancur dan tidak teratur. Jadi persatuan dan kekompakan dalam berorganisasi sangat penting sekali.

                         
BERORGANISASI DI MASA SEKOLAH
Rabu, 25 November 2009 16:32:26

Oleh    : Wahyu Hidayat

    Bagaimana pandangan seorang pemimpin terhadap organisasi ? ...


    Organisasi adalah sebuah kelompok yang mempunyai visi dan misi yang sama untuk mencapai tujuan bersama.Tanpa kita sadari kita telah belajar mengorganisir suatu pekerjaan, misalnya sepulang sekolah makan, sholat, mengaji, nonton televisi, dan lain-lain. Nah.....tanpa kita sadari semuanya telah tersusun secara rapi, padahal kita sendiri belum pernah belajar mengenai organisasi.


    Suatu saat mau atau tidak mau kita pasti akan terjun ketengah-tengah masyarakat, tapi pertanyaan kita adalah sudah siapkah diri kita terjun kemasyarakat..????? Apasajakah hal-hal dasar yang harus kita miliki sebelum kita terjun kemasyarakat...??? Nah...... disinilah peran suatu pengalaman organisasi sangat dibutuhkan.

                         
PESANTREN & MODERNISASI
Rabu, 25 November 2009 16:30:26

Oleh    : Kholifatur Rosyida

    Hiruk pikuk modern di indonesia kini telah masuk kedalam dunia pesantren. Meski perlahan tapi pasti dimana proses tersebut mampu mengubah tatanan lama menjadi sebuah tatanan baru. Modern berasal dari kata modernus, menurut arti lughoh modo berarti cara dan ernus berarti masa kini. Kemajuan tekhnologi, komunikasi dan transportasi pun menjadi pemicu utama dalam perkembangan tersebut. Arus perubahan tak kan pernah surut, mereka berjalan pelan seperti mengalirnya air hingga tanpa sadar modern mengubah kebudayaan timur yang saat ini kandungan moral sedikit demi sedikit berkurang proses tersebut disebut akulturasi. Berdasarkan pernyataan, banyak kalangan masyarakat termasuk pesantren yang mengikuti mode westernisasi (peniruan budaya barat) meski hanya hal- hal kecil dari mode pakaian hingga moral pun tergadaikan.

                         
Mengatasi Kemiskinan dengan Zakat Fitrah?
Ahad, 04 Oktober 2009 10:32:01

Oleh: Ali Musthofa Hammam*

Ramadhan telah berlalu dari hadapan kita. Sebagaimana pada Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya, selalu saja permasalahan zakat tidak tersosialisasi dengan baik, sehingga topik pengentasan kemiskinan seakan hanya deretan lagu hiburan bagi orang-orang kaya dan angan-angan yang terlampau tinggi bagi fakir miskin.

Dibeberapa masjid, musholla, tempat-tempat pengajian, para kyai dan pemuka agama hanya mengenalkan zakat fitrah saja kepada para jamaah. Itupun sifatnya sekedar himbauan bukan penekanan. Waktu penulis berada di Malang, disebuah masjid menjelang shalat Jum'at, dua hari menjelang hari raya Idul Fitri, seorang ketua takmir masjid setempat memberikan pengumuman bahwa akat fitrah dapat diberikan kepada panitia mulai hari itu, tanpa sedikitpun menyinggung pengertian tentang zakat termasuk zakat maal.

                         
Menjadi Kaya (Raya) dengan Banyak Memberi
Ahad, 04 Oktober 2009 10:27:11

Oleh: Ali Musthofa Hammam*

Zakat adalah salah satu rukun dari lima rukun Islam yang di syariatkan oleh Allah swt pada tahun kedua hijriyah. Zakat di syariatkan sejajar dengan empat rukun yang lain. Sebagaimana Nabi Muhammad saw mensabdakan bahwa Islam hanya bisa tegak apabila lima hal-syahadat, shalat, zakat, puasa Ramadhan dan haji ke Baitullah-ditegakkan.

Allah sendiri telah berfirman dalam Al-Quran: Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah bagaikan sebutir biji benih yang menumbuhkan tujuh batang, di tiap batang terdapat seratus biji benih. Dan Allah akan melipatgandakan (harta) bagi siapa saja yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui [QS. Al-Baqarah:261]

                         
Menghormati sama dengan Mengakui?
Rabu, 30 September 2009 06:11:20

Sabtu, 29 Ramadhan 1430, sore hari saat saya menunggu informasi berkaitan dengan kapan umat Islam di Indonesia akan mengakhiri bulan Ramadhan dan memasuki bulan Syawwal. Apakah Ahad besok, yang berarti Ramadhan kali ini hanya 29 hari, ataukah Senin yang berarti di istikmalkan 30 hari. Tiba-tiba ada sebuah sms dari seorang rekan wartawan yang berbunyi: “Sabtu, Minggu dan Senin, hanya nama2 hari. Yg terpenting bagaimana kita memahami dan menghayati makna yg fitri. Ramadan berakhir, Lebaran Terukir, Minal Aidin wa. Faizin…Minta maaf mendahului rukyah maupun pemerintah, besok sekarang sama saja ya.. ya..”.

Lalu saya jawab dengan sebuah sms: “Berarti, hari ini sampeyan berhari raya? Selamat ya. Bagi sy menghormati tdk berarti mengakui”.

                         
Mengenali ‘DIRI’ Lewat Dunia Kata
Jumat, 11 September 2009 21:41:10

Oleh: Fina Af’idatussofa Az-Zahra
 
***
             Dunia sastra, dunia huruf, dunia kata, bisa menjamah ke mana-mana. Di perkuliahan, persekolahan, bahkan di pesantren. Karya tulis, terutama fiksi telah lama menjamur di negri ini. Tapi sudah mampukah menjadikan masyarakat kita sebagai masyarakat yang suka baca?

            Sayangnya hingga dewasa ini peran sinetron lebih berarti bagi masyarakat ketimbang buku. Terutama buku-buku fiksi. Padahal, jika kembali diperhatikan, sinetron masih saja menjadi media yang hanya menyuguhkan cerita-cerita keseharian yang begitu-begitu saja. Sebut saja adanya peran antagonis yang seolah tak pernah berbuat baik semasa hidupnya.
Bukankah ini bukti bahwa sinetron acapkali tak memanusiakan manusia?
            Dan mengenai cerita, seberapa persenkah cerita sinetron yang tak melulu bicara soal harta warisan dan perebutan cinta?

                         
Fenomena Aneh di Gunung Kelud
Jumat, 20 Maret 2009 14:30:54

Ada sebuah fenomena aneh yang terjadi di lereng Gunung Kelud.Sudah banyak yang membuktikan fenomena ini,jika anda salah satu orang yang tidak percaya pada fenomena itu silahkan membuktikannya sendiri di lokasi tersebut.

Kendaraan yang diparkir atau dalam kondisi diam, akan berjalan sendiri. Suatu saat Bupati Kediri Sutrisno pernah membuktikan keanehan di lereng Gunung Kelud ini. Mobil yang diparkir di jalan yang menanjak tiba-tiba bisa maju sendiri. Mobil tambah naik seperti tersedot magnet. Banyak cerita yang dialami warga di lokasi tersebut.

Keanehan itu pernah dicoba Hari Tri Wasono. Awalnya bapak satu anak asal Desa Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kediri, ini mengaku sanksi dengan apa yang diceritakan banyak orang.

                         
Fenomena Badai Panas Matahari tahun 2012
Jumat, 20 Maret 2009 14:25:01

Dulu,menurut perhitungan bangsa Maya,pada tahun 2012 atau tepatnya 12 desember tahun 2012 adalah "The end of the time"a.k.a kiamat!.Ramalan bangsa Maya tentang kiamat dunia pada 2012, merupakan bagian dari kalender Long Count, yang juga dikenal sebagai Winaq May Kin. Kalender itu menyakup sekitar 5.200 tahun surya, periode yang disebut satu matahari oleh bangsa Maya. Selain itu, ada juga cerita mistis Bangsa Sumeria tentang Planet Nibiru, dan akhirnya kini memanas sebagai “ramalan kiamat” 21 Desember 2012.Mmm kira-kira bener gngak ya?nah kita liat lebih lanjut.Ternyata Dalam perhitungan Maya yang ganjil, satu tahun terdiri atas 360 hari, sisanya 5,25 hari (4 x 0,25 diperhitungkan sebagai hari kabisat dan dianggap di luar waktu). Secara tradisional, bangsa Maya mempersembahkannya sebagai ucapan syukur atas tahun sebelumnya, sekaligus merayakan tahun yang akan datang.Kalender Maya menyatat pergerakan matahari, bulan, dan planet-planet yang terlihat, masa panen, serta siklus serangga, dan jangka waktunya berkisar dari 260 hari hingga 5.200 tahun lebih. Sejak peradaban manusia bangkit, kita telah melewati tiga Matahari secara penuh, dan sekarang menyelesaikan matahari keempat yang akan berakhir pada 21 Desember 2012.Nah kira-kira bener ngak ya kiamat itu terjadi pada tahun 2012?tapi menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbang­an dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S. Tedjasukmana, “Feno­mena yang muncul pada 2011-2012 adalah badai matahari"dan bukan kiamat.

                         
2012, Masa Paling Sakral dan Berbahaya ?
Jumat, 20 Maret 2009 14:20:03

Heboh ramalan tahun 2012 sudah berlangsung lama, tetapi baru meluas sekitar 10 tahun terakhir. Penelitian tentang hal itu dilakukan banyak ahli dari berbagai bidang ilmu dan puluhan buku sudah diterbitkan.

Observasi astronomi sangat akurat selama berabad-abad para astronom genius Maya memberi pertanda, tanggal 21/12/2012 akan menjadi kelahiran zaman baru. Masa itu paling sakral sekaligus paling berbahaya dalam sejarah Bumi.

Menurut Laurence E Joseph dalam Apocalypse 2012, tanggal 21/12/2012 merupakan titik balik musim dingin tahunan ketika belahan Utara Bumi berada di titik terjauh dari Matahari sehingga siang sangat pendek.

Pada tanggal itu, tata surya dengan Matahari sebagai pusatnya, seperti diyakini bangsa Maya, akan menutupi pemandangan pusat Bimasakti dari Bumi. Para astronom Maya Kuno menganggap titik pusat ini sebagai rahim Bimasakti. Keyakinan itu didukung banyak pembuktian para astronom kontemporer bahwa di situlah tempat terciptanya bintang-bintang galaksi.
                         
Page  1 2 3  »
 
Info Pendaftaran
Profil Tokoh
Live Chat
kays

gito

websiteattanwir@yahoo.id

« September 2010 »
Ahd Snn Sls Rab Kms Jmt Sbt
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
© Copyright 2008 Pondok Pesantren Attanwir. All Right Reserved
Powered by
BWI-Solution Best viewed with IE 7